Mila Amalia

.:. WELCOME & ENJOY YOUR READING .:.

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia 2. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

Tugas 4 : Berbahasa Sesuai Dengan Ranah Pemakaiannya

Satu Bahasa bisa digunakan berbagai macam ragam bahasa
Ini adalah suatu contoh pada bahasa Indonesia. Dalam Bahasa Indonesia mempunyai banyak ragam (varian) yang dipakai sesuai konteksnya. Misalnya untuk acara kenegaraan atau keperluan akademis kita menggunakan bahasa Indonesia baku. Sementara untuk keperluan sehari-hari, bahasa Indonesia yang kita pakai bersifat tidak baku (informal) dan seringkali dipengaruhi oleh bahasa daerah masing-masing. Kedua ragam tersebut dipakai secara bersamaan dan beriringan dalam kehidupan dan mempunyai fungsi masing-masing. Adapun jika ragam informal dari bahasa Indonesia pada akhirnya berkembang, itu adalah hasil kreasi penutur bahasa yang hakikatnya memang penuh inovasi. Nah, maka dari pada itu lahirlah bahasa gaul, yang kesemuanya adalah ragam informalnya bahasa Indonesia. Karena dalam ranah bahasa baku untuk akademis dan kenegaraan penuturnya tidak bisa berkreasi (karena dibatasi aturan-aturan dan kebakuan), maka sangat wajar jika dalam ranah informal, penutur bahasa berkreasi, dan tidak terkecuali dalam bahasa Indonesia. Bahasa Inggris pun demikian adanya. Meskipun bahasa Inggris merupakan bahasa yang lebih mapan, bahasa Inggris juga mempunyai ragam informalnya, dan bahkan ragam informalnya lebih dari satu dan sangat dipengaruhi unsur kedaerahan. Situasi kebahasaan yang memungkinkan suatu masyarakat dalam suatu wilayah yang menggunakan beberapa ragam bahasa dalam kehidupannya dinamakan diglosia dan sangat lazim terjadi.

Dampak Globalisasi terhadap Sikap Bahasa
Globalisasi sudah menjadi fenomena semesta; globalisasi, suka atau tidak suka, juga mengubah sikap bahasa penutur Indonesia terhadap BI, terutama di kota-kota besar di Indonesia, khususnya terhadap BI resmi, penggunaan BI resmi, termasuk bahasa nasional, dianggap kurang bergengsi (kurang prestise), kurang nyaman (comfort), kurang canggih, bahkan dirasakan kurang aksi/kurang bergaya (prestige motive). Sikap ini juga terjadi pada media-media elektronik kita, dengan dalih era globalisasi, mata-mata acara ditayangkan dengan bahasa Inggris, malahan presenternya pun menggunakan bahasa gado-gado.

Demikian pula halnya sikap bahasa terhadap bahasa daerah, bahasa daerah kita cenderung telah tergusur karena penggunaan bahasa daerah dianggap kampungan. Sikap seperti itu tidak boleh terjadi; ini amat berbahaya karena penggusuran terhadap bahasa daerah akan berakibat terhadap tergusurnya kebudayaan daerah; hilangnya bahasa daerah berarti hilangnya kebudayaan daerah. Itu akan menimbulkan kekosongan/ kehampaan kebudayaan (cultural void), ini akan mencengkeram masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, bahasa adalah jaringan sentral kebudayaan, di samping sebagai salah satu produk kebudayaan itu sendiri. Penggantian budaya yang sudah mapan dan berakar oleh budaya lain yang baru dan asing bisa menjadi fatal; ini akan menjadi krisis identitas yang amat serius. Konon masyarakat yang kehilangan budayanya akan dihinggapi penyakit kehilangan kepercayaan diri; masyarakat itu akan selalu bergantung kepada orang lain, akan mencari tuntunan orang lain di dalam membuat putusan-putusan.
Setakat ini sikap bahasa yang lain adalah kecenderungn memberi gengsi tinggi terhadap BI ragam rendah/ragam bahasa gaul, termasuk suka mencampur-campur unsur bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, di samping suka beralih-alih ke bahasa tersebut, padahal konteks dan situasi komunikasi tidak menuntutnya. Dengan kata lain, terdapat tumpang-tindih ranah penggunan bahasa. Ranah yang menuntut penggunaan bahasa resmi disulih dengan bahasa ragam rendah/bahasa gaul; konteks dan situasi interaksi resmi disulih dengan bahasa campur-campur atau dengan konstruksi wacana yang penuh dengan interferensi dari nonbahasa Indonesia resmi.

Secara kasat mata, globalisasi juga menurunkan derajat kebakuan ragam bahasa resmi: BI resmi mendapat gangguan dari bahasa asing, terutama bahasa utama dunia, seperti bahasa Inggris; gangguan ini cenderung tampak pada tingginya gejala interferensi (baik secara gramatikal maupun leksikal) dan gejala campur-campur bahasa BI-BA/Inggris, termasuk pemanfaatan alternasi (beralih/alih bahasa) yang sebenarnya tidak diperlukan/tidak dituntut dalam situasi komunikasi yang sedang berlangsung. Yang lebih memprihatinkan adalah bahwa globalisasi mengimplikasikan kecenderungan mengendurnya semangat nasional pada generasi muda bangsa kita, terutama di kota-kota besar.

Tugas 3 : Tugas Kelompok Bahasa Indonesia 2

TUGAS 3 BAHASA INDONESIA 2



Anik Ernawati

Dini Nopiyanti

Furi Kurniati

Mila Amalia

3 KA 22

1. Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar ? Mengapa pula disebut fungsi utama ?
2. Sebutkan tiga contoh alat komunikasi social yang bukan bahasa,dan jelaskan fungsinya ?
3. Bahasa Indonesia mempunyai empat jenis definisi, yaitu nominal,formal,operasional dan luas.Jelaskan 4 jenis definisi tersebut dan tuangkan jawabannya dalam sebuah teks dengan topic teknologi informasi atau yang terkait dengan bidang studi kalian.Tulisan dibuat dalam singkat dan jelas ?
4. Bacalah surat kabar dan majalah.Cari dan temukan paragraph argumentasi yang deduktif dan induktif ?
5. Cari dan temukan paragraph atau wacana campuran : deskripsi,narasi,argumentasi ,baik yang deduktif maupun yang induktif ?

Jawaban :


1. Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yaitu sarana penyampaian informasi kepada orang lain secara lisan maupun tulisan mengenai apapun yang ingin kita sampaikan agar orang dapat mengerti maksud dan tujuan yang kita inginkan tanpa menghindari tata bahasa yang sudah ada. Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahasa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki ciri khas tersendiri. Suatu simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya kandang atau tempat.

Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyai fungsi utama bahasaadalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media lain. Bahasa merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia bukan sembarang bunyi. Dan bunyi itu sendiri merupakan simbol atau perlambangan.Dibandingkan dengan yang diperoleh dengan mempergunakan media lain yang  mengandung banyak kelemahannya.

2. Contoh alat komunikasi Sosial yang bukan bahasa

bunyi tong-tong memberi tanda bahaya
adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
alarm untuk tanda segera berkumpul
bedug untuk tanda segera melakukan sholat
 telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
simbol – tanda stop untuk pengguna jalan, simbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet.
gambar peta yang menunjukkan jalan
suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya
adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran
bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.

Contoh dalam kehidupan sehari hari
Misalkan seorang satpam perumahan berjaga-jaga/ronda pada malam hari, pada saat sudah mendekati jam 12.00 malam satpam tersebut membunyikan kentongan yang bertanda bahwa waktu sudah tepat pukul 12.00 malam. Dan timbul timbal balik antara satpam sama orang-orang disekitar perumahan.setiap orang jadi lebih mengerti tanda waktu pergantian tersebut. Jadi, bahasa yang dipakai satpam tersebut berupa kentongan yang memberikan pertanda sesuatu akan terjadi/ sesuatu yang sudah mestinya dilakukan.

3. Definisi dapat dibedakan atas: definisi nominal, definisi formal, definisi operasional, dan definisi luas.

Definisi Nominal
Definisi ini terutama digunakan di dalam kamus, baik kamus satu bahasa (seperti Kamus Umum Bahasa Indonesia), maupun di dalam kamus dwibahasa, seperti kamus (Bahasa Inggris-Indonesia), dan kamus etimologi. Dalam definisi ini suatu kata dibatasi dengan kata lain yang merupakan sinonimnya (padanannya), dengan terjemahannya, atau dengan menunjukkan asal katanya (etimologinya).
Contoh :
Sistem  adalah suatu kesatuan.
Informasi adalah hasil pengolahan data.

Definisi Formal
Definisi formal atau definisi logis merupakan batasan ilmiah yang kerap kali digunakan di dalam karangan ilmiah. Di dalam definisi ini, suatu istilah dikeluarkan dari genus dan spesiesnya. Dengan demikian, untuk dapat membuat definisi formal, kita harus memiliki pengertian dan prinsip-prinsip klasifikasi.
Suatu definisi formal selalu terdiri dari dua ruas (bagian), yaitu bagian yang didefinisikan yang disebut definiendum, dan bagian yang mendefinisikan disebut definiens.
Contoh :
Sistem  adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen - komponen.
Informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan manfaat bagi penerimanya.

Definisi Operasional
Definisi operasional menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan dan bagaimana melakukannya, apa yang akan diukur dan bagaimana mengukurnya. Definisi ini kita perlukan terutama jika kita mengadakan penelitian sehubungan dengan hal-hal yang tidak diamati atau diukur secara langsung seperti hasil belajar, kemampuan menalar, dan inteligensi.
Contoh :
Sistem  adalah kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan.
Informasi adalah  hasil pengolahan data suatu organisasi yang dapat memberikan manfaat untuk digunakan suatu keperluan organisasi.

Definisi Luas
Definisi ini merupakan uraian panjang lebar; mungkin satu paragraf, satu bab, atau bahkan meliputi seluruh karangan. Definisi ini kita perlukan jika kita berhadapan dengan suatu konsep yang rumit, yang tidak mungkin dijelaskan dengan kalimat pendek.
Contoh :
Sistem merupakan kumpulan dari sub-sub sistem, elemen-elemen, prosedur-prosedur yang saling berinteraksi, berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu seperti informasi, target, dan tujuan lainnya. sedangkan Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi pengguna dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan manfaatnya dalam keputusan-keputusan yang akan datang.
Menurut Tafri D. Muhyuzir Sistem Informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. Atau dalam pengertian lainnya, Sistem Informasi merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang  membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi.

4. Paragraph argumentasi yang deduktif

Menurut Prof.Dr.Anang Zaini Gani,interaksi antara manusia dan teknologi sebenarnya sudah berlangsung lama.Dan interaksi itu cukup hebat karena dapat mengubah perilaku dan kebiasaan manusia.Pada zaman dulu dikenal adanya masyarakat nomand,yakni  masyarakat yang hidupnya selalu berpindah-pindah.Namun dengan hadirnya teknologi, dapat mengubah masyarakat nomad tersebut menjadi masyarakat tetap dan tidak berpindah – pindah lagi.Selain itu juga adanya perubahan paradigma bahwa manusia itu pintar dan malas, sedangkan teknologi rajin dan bodoh.

Paragraph argumentasi yang induktif

       Pembicara kedua tampil Dr. Ing. Adang Suhendra dengan mengangkat materi tentang Virtual Reality Technology.Menurut Adang, dengan adanya teknologi virtual, saat ini manusia dapat bermain secara simulasi yang dapat mengurangi efek resiko dan kerugian yang lebih besar.Hal ini sekaligus menunjukkan bagaimana manusia masuk dalam dunia teknologi.Augmented Reality adalah salah satu contoh bentuk virtual reality yang berkembang saat ini.         

Sumber : “Seminar Pusat Studi Interaksi Manusia dan Teknologi UG” UGnews 05 Mei 2013

Selasa, 25 Juni 2013

Tugas 2 : Tugas Kelompok Bahasa Indonesia 2

TUGAS 2 BAHASA INDONESIA 2 (KELOMPOK)



Anik Ernawati

Dini Nopiyanti

Furi Kurniati

Mila Amalia



1. Literatur tentang kalimat efektif dan kesejajaran kata dalam kalimat:

http://www.google.com/url?q=http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA/196711031993032-NOVI_RESMINI/KALIMAT_EFEKTIF.pdf&sa=U&ei=P7KMUfOSI8WPrgewp4CADA&ved=0CCAQFjAC&usg=AFQjCNFRkLHz1qCMvoNOp63vp5tm1jL6cQ.

5 kalimat yang tidak memperhatikan kesejajaran bentuk kata dalam kalimat (reference terlampir)
1.      Soalnya, pada 2 Mei Komisi Tinggi PBB untuk HAM Navi Pillay menilai, sejak Mei 2012 terjadi pelanggaran HAM, pembunuhan, tekanan terhadap kebebasan berekspresi, dan penggunaan kekuatan yang berlebihan di Papua.

    Soalnya, pada 2 Mei Komisi Tinggi PBB untuk HAM Navi Pillay menilai, sejak Mei 2012 terjadi pelanggaran HAM, pembunuhan, penekanan terhadap kebebasan berekspresi, dan penggunaan kekuatan yang berlebihan di Papua.



2.      Sejalan dengan misi ANIF, pada selasa (7/5) ribuan warga Temanggung dan sejumlah organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan mahasiswa bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kebupaten Temanggung menggelar kampanye dan deklasrasi menolak praktik politik uang.
(Referensi: Anif Tegaskan sikap anti politik uang, Republika, Rabu 8 Mei 2013)

    Sejalan dengan misi ANIF, pada selasa (7/5) ribuan warga Temanggung dan sejumlah organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan kemahasiswaan bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kebupaten Temanggung menggelar kampanye dan deklasrasi menolak praktik politik uang.



3.      Ia terapkan metode penangkaran, membersihkan kebun dan cara membasmi hama tanaman.
(referensi : Meretas cita-cita di lading kakao aceh, kompas, Rabu 4 april 2012)

    Ia terapkan metode penangkaran, pembersihan kebun dan cara pembasmian hama tanaman.


4.      Pelaku pakai cincin lebih besar dari lingkaran jarinya agar bisa menyelipkan uang itu.

    Pelaku memakai cincin lebih besar dari lingkaran jarinya agar bisa menyelipkan uang itu.


5.       Pelaku penembakan terhadap delapan anggota TNI February lalu, misalnya, harus diproses hukum dan sebarkan ke seluruh dunia apa hasilnya.
(referensi: internasionalisasi papua, Republika, Rabu 8 Mei 2013).

    Pelaku penembakan terhadap delapan anggota TNI February lalu, misalnya, harus diproses hukum dan disebarkan ke seluruh dunia apa hasilnya


    Tiga kalimat yang mengutamakan bagian kalimat yang berupa keterangan tempat dan keterangan waktu.

a.      Seminar dilaksanakan di Hotel Aston Jogjakarta pada hari Kamis, 29 Nopember 2012. (Referensi Majalah Coating and Maintenance)
b.      Pameran INACOAT dan Seminar “Perkembangan Industri Cat dan Coating Nasional dalam menghadapi Persaingan Global di Indonesia” diselenggarakan di Jakarta Convention Centre, tanggal 11-12 Juli 2012.
(Referensi Majalah Coating and Maintenance)
c.       Terlebih lagi final Copa Del Rey akan berlangsung di markas Madrid Santiago Bernabeu pada 17 Mei mendatang
(Referensi: artikel Laga Persatuan, Republika Rabu 8 Mei 2013)

    Tiga kalimat yang menunjukkan urutan peristiwa yang logis:

a.      Korosi pada tangki kapal yang membawa crude oil, sukar untuk dihindarkan, sehingga persyaratan pengendalian korosi dengan menggunakan coating perlu diperketat dalam rangka menjaga keberlangsungan usia operasional kapal sesuai dengan umur rancangan dan keselamatan pelayaran.
(Referensi Majalah Coating and Maintenance)
b.      Korosi akan menurunkan kemampuan konstruksi menerima beban karena korosi mengakibatkan tebal konstruksi yang bisa menerima beban akan menurun.
(Referensi Majalah Coating and Maintanance, Artikel: Mekanisme Terjadinya Korosi pada “Cargo Tanks Pembawa Crude Oil”).
c.       Korosi terjadi pada tangki, disebabkan adanya siklus temperatur pada siang dan malam hari.
(Referensi Majalah Coating and Maintanance, Artikel: Mekanisme Terjadinya Korosi pada “Cargo Tanks Pembawa Crude Oil”).

Tiga kalimat yang menunjukkan penegasan dengan cara mengulang kata yang dianggap penting:
* Tidaklah terpuji ketika butuh suaranya blusukan, namun setelah kemenangan di tangan, mereka ditinggalkan dan sibuk dengan bancakan anggaran sehingga dana bansos, dana pembangunan infrastruktur, bahkan dana keagamaan pun dipangkasnya pula.
* Korosi akan menurunkan kemampuan konstruksi menerima beban karena korosi mengakibatkan tebal konstruksi yang bisa menerima beban akan menurun. (Referensi Majalah Coating and Maintanance, Artikel: Mekanisme Terjadinya Korosi pada “Cargo Tanks Pembawa Crude Oil”).
*  Pada siang hari temperatur dalam tangki sekitar 60° C, dan pada temperatur tersebut crude oil akan menguap dan uap tersebut akan menempel pada bagian atas tangki.
(Referensi Majalah Coating and Maintenance)


    5 Kalimat yang didalamnya terdapat pengulangan subjek kalimat yang tidak diperlukan:

*      Endapan yang tinggal dibagian bawah crude oil juga akan menimbulkan korosi pada bagian bawah tangki, karena endapan-endapan tersebut bisa berfungsi sebagai katoda.

    Endapan yang tinggal dibagian bawah crude oil bisa berfungsi sebagai katoda dan akan menimbulkan korosi pada bagian bawah tangki.

*      Selain memberikan sangsi denda keperusahaan, Mr. Bigelow juga memberikan sangsi denda ke pemilik perusahaan Joel Swartz sebesar 90.000 ditambah 22.500 …. (Referensi: artikel Safety;Perusahaan didenda 200K dalam kecelakaan scaffold; Majalah Coating dan maintenance)

    Sangsi denda diberikan Mr. Bigelow kepada Perusahaan dan pemilik perusahaan Joel Swartz sebesar 90.000 ditambah 22.500 …..

*      Mengingat kesibukan pak Anang dan dinamika organisasi bapak Anang mengusulkan agar ketua LPSCI beserta perangkatnya juga diganti. (artikel info LPSCI, majalah coating dan maintenance)

    Bapak Anang mengusulkan agar ketua LPSCI beserta perangkatnya diganti, mengingat kesibukan dan dinamika organisasi.


    Kalimat-kalimat dengan variasi pembukaan

a.      Frase Keterangan Tempat
Di luar negeri, kelompok kerja seperti ini didukung oleh adanya laboratorium yang memadai untuk melakukan penelitian, namun di Ascoatindo belum sampai kesana, paling tidak kelompok-kelompok ini dapat melakukan pengumpulan informasi yang berhubungan dengan coating dan dapat ………. .
(Referensi Majalah Coating and Maintenance)
b.      Frase Keterangan Waktu
Dalam lima tahun ini tentu banyak suka dan duka yang dialami oleh pengurus, mulai dari mengawali pengoperasian lembaga ini dan memelihara agar lembaga ini tetap memiliki eksistensi dan konsisten dalam melayani komunitas voating di Indonesia.
(Referensi Majalah Coating and Maintenance)
c.       Frase Keterangan Cara
Proses aplikasi Fiber Reinforced Plastic (FRP) minimal ada 2 metoda, yaitu dry lamination dan wet lamination. Pada Dry Lamination digunakan material dalam bentuk prepeg (Pre-impragnated) dimana material penguat dan matriksnya sudah jadi satu, biasanya sudah dalam bentuk lembaran-lembaran.
(Referensi Majalah Coating and Maintenance)
d.      Frase Verbum
Mereka pasti membuat karya yang lebih baik lagi di tahun mendatang.
e.      Partikel Penghubung
Kemudian bapak Kris Adidarma dari PT Propan Raya membawakan makalah tentang “Perkembangan cat untuk keperluan estetika di Indonesia” bersama Bapak Sugianto Effendi dari Asosiasi Resin Sintetik Indonesia (ARSI) yang membawakan makalah tentang “High Solids Binders”.
(Referensi: Seminar Perkembangan Industri Cat dan Coating Nasional dalam menghadapi persaingan global, Majalah Coating and Maintenance hal 5 Vol VI)

Jumat, 22 Maret 2013

Tugas 1 : Software Praat



Dalam kesempatan ini saya akan membahas tentang Software Praat.

Praat yang dalam Bahasa Belanda berarti ‘suara’, yang merupakan sebuah freeware yang diciptakan oleh Paul Boersma & David Weenink dari Phonetic Sciences Department University of Amsterdam  (www.praat.org). Dengan slogannya ‘doing phonetics with computer’, Praat merupakan software  untuk melakukan analisis dan rekonstruksi suara secara fleksibel. Praat dapat digunakan untuk  melakukan banyak hal, mulai dari analisis spectrogram hingga rekonstruksi (add, cut, dll) suara itu sendiri dan membuat diagram atau gambar yang dapat digunakan/disertakan pada karya ilmiah. Program Praat sangat dibutuhkan oleh para peneliti yang menggunakan data akustik. Informasi akustik yang akurat dan lengkap dapat dihasilkan dengan memberdayakan Program Praat.

Cara penggunaannya cukup mudah, yang dibutuhkan hanyalah komputer (code)  atau laptop yang memiliki sound card dan ada transduser atau semacam mikrofon yang dapat menangkap suara yang akan kita rekam. Untuk softwarenya pun tersedia gratis di websitenya dan support juga untuk linux.

Sebagai contoh saya merekam suara saya dalam huruf  vokal ‘A’, maka pada jendela ‘Praat Objects’, pilih menu New –> Record Stereo Sound, kemudian kita tinggal rekam saja. Apabila sudah di rekam maka kita dapat melakukan analisis karakteristik akustik suara pada manusia.

Gambar di bawah ini merupakan contoh tampilan jendela ‘Praat Objects’, karena saya melakukan print screennya menggunakan Ubuntu 11.04  yang menngunakan Unity sehingga menunya tidak terlihat.

     
Contoh objeknya tinggal di pilih saja, lalu pilih view & edit, maka kita dapat menganalisis karakteristik akustik suara huruf ‘A’ yang saya ucapkan.
Kalau gambar yang di bawah ini, inilah hasil view and edit dari karakteristik akustik suara saya. Dengan software Praat ini saya bisa mencari yang namanya, Pitch, Formant, dan Formant Bandwith.


Karakteristik suara manusia dibagi ke dalam dua jenis, yaitu karakteristik akustik dan non akustik. Contoh untuk karakteristik non akustik adalah pulsa dan waktu. Sedangkan karakteristik akustik suara manusia terdiri dari Pitch, Formant, dan Formant Bandwidth.

Pitch menunjukkan nada dasar suara manusia. Tinggi rendahnya pitch dipengaruhi antara lain oleh usia dan jenis kelamin. Pitch dipengaruhi juga oleh pita suara. Laki-laki dan perempuan mempunyai ukuran pita suara yang berbeda. Seorang laki-laki dewasa memiliki pitch yang lebih rendah dan pita suara yang lebih lebar dibandingkan dengan perempuan. Ukuran pita suara laki-laki dewasa berkisar antara 17mm sampai 25mm, sedangkan untuk perempuan berkisar antara 12.5mm sampai 17.5mm. Oleh karena itu laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan nilai pitch.

Pitch secara fisis didefinisikan sebagai formant ke nol (F0). Formant didefinisikan sebagai spektrum puncak ke puncak dari suara manusia. Formant Bandwidth didefinisikan sebagai lebar dari suatu formant. Ketika manusia berbicara dan mengucapkan suara huruf vokal dapat dihasilkan lebih dari empat formant. Tetapi untuk dapat membedakan suatu vokal yang diucapkan cukup dibutuhkan dua formant, yaitu formant pertama dan formant kedua. Formant pertama dan formant kedua ini berkaitan dengan posisi lidah ketika berbicara. Untuk formant ketiga, keempat, dan selanjutnya berpengaruh terhadap warna (timbre) suara yang dihasilkan. Nilai F1 berkaitan dengan posisi lidah terhadap langit-langit rongga mulut. Semakin dekat lidah dengan langit-langit maka frekuensi yang dihasilkan semakin kecil. Nilai F2 berkaitan dengan posisi lidah depan dan belakang. Nilai F2 yang tinggi dihasilkan ketika posisi lidah berada di depan.

Bisa dibilang suara manusia itu unik, karena setiap orang mempunyai pitch yang berbeda-beda, formant ke-1 dan ke-2 , dan warna suara yang berbeda-beda pula. Pitch perempuan itu pada umumnya lebih tinggi dari pitch pada laki-laki.

Dari praktikum inilah saya menemukan kejanggalan dalam suara saya. Pitch suara yang saya miliki beberapa tahun lalu memiliki frekuensi yang sangat di atas rata-rata perempuan pada umumnya. Dengan kata lain saya memiliki pitch laki-laki (nge-bass). Rentang pitch perempuan itu berkisar kalau tidak salah rata-rata 180-250Hz, sedangkan pada laki-laki 80-180 Hz.

Tentu saja saya bukan yang bersuara dimirip-miripkan seperti lak-laki. Tapi itulah kenyataannya. Sehingga saya dapat menjelaskan fenomena yang sering terjadi apabila saya menerima telepon yang berdering dirumah. Biasanya si penelepon selalu berkata “Hello MAS”, padahal saya 100% perempuan.

Fenomena ini akhirnya terjawab karena pitch saya memang nge-bass. Makanya ketika saya SMP dulu tidak begitu merasakan perubahan suara pada diri saya. Teman-teman saya pada umumnya mengalami transisi suara yang lembut, tapi memang dari sananya suara saya sudah seperti ini.

Mungkin apabila dianalisis, karena saya biasanya ‘sedikit’ menekan pita suara saya ketika berbicara, dan itu sudah berlangsung lama, sehingga menjadi kebiasaan. Ketika saya mencoba berbicara lembut ternyata pitch masih tetap nge-bass, alias masih belum normal seperti suara perempuan pada umumnya.

Jikalau suara saya bagus, mungkin saya terpilih menjadi team paduan suara dan bahkan mungkin bisa mengalahkan suaranya Gita Gutawa yang sangat Sopran. Hehehe

Sumber :